Taman Renungan Bung Karno di Ende Segera Diperbaiki

9
Penulis: frans gulat/ant
Editor: agus eko
Share :

KUPANG-Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera memperbaiki taman renungan Bung Karno di Kota Ende dalam tahun ini, karena telah berubah nilai menjadi sebuah objek wisata sejarah unggulan di daerah itu.

“Tahun ini kami akan perbaiki taman renungan Bung Karno yang akan dilengkapi dengan perpustakaan, termasuk juga ikon pahlawan dari Ende yang sudah diusulkan jadi pahlawan nasional,” kata Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad di Kupang, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (7/4).

Djafar Ahmad bersama Bupati Ende, Marsel Petu, berada di Kupang, untuk mengikuti pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2019-2024 yang merupakan hasil dari Pilkada serentak 2018.

Selain bupati-wakil bupati Ende terpilih, akan dilantikan juga Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Kupang periode 2019-2024 serta Bupati Ngada yang akan menggantikan Marianus Sae yang tertangkap tangan oleh KPK di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Djafar Ahmad menjelaskan, taman renungan Bung Karno merupakan salah satu tempat paling penting dalam sejarah perjalanan berdirinya negara Indonesia.

Di tempat ini, lanjutnya, Soekarno sebagai tokoh proklamator mendapatkan ilham tentang Pancasila yang hingga saat ini menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia.

“Karena itu tempat bersejarah yang menjadi ikon Kota Ende ini kami perbaiki, kami percantik lagi sehingga orang-orang yang datang bisa seharian menikmatinya,” katanya.

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan termasuk untuk Gedung Baranuri yang akan dijadikan lokasi sinema atau pemutaran film dokumenter tentang Bung Karno.

Djafar menambahkan, taman perenungan Bung Karno juga merupakan ikon utama yang ditonjolkan dalam kegiatan Parade Kebangsaan sebagai salah satu dari 100 top kegiatan pariwisata nasional yang sudah digelar selama lima tahun terakhir.

“Ketika semua diperbaiki, kami berharap agar anak-anak Indonesia atau kaum milenial saat ini bisa berkunjung ke Ende untuk belajar dan memahami Pancasila di kota kecil yang terletak di kaki Gunung Meja itu,” demikian Djafar Ahmad.

Komentar