Flores Created-Indecon Gelar TJEI 2019 di Bajawa

153
Penulis: sisil
Editor: agus eko
Direktur Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores, Shana Fatina,
Share :

BAJAWA-Flores CREATED dengan dukungan Uni Eropa dan Yayasan Ekowisata Indonesia ( Indecon ), yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngada, menggelar kegiatan Temu Pelaku Usaha dan Jaringan Ekowisota Indonesia (TJEI 2019) serta Meet TANIPA. Kegiatan yang digelar mulai 24 April hingga 27 April 2019, di Hotel Edelweis, Bajawa, Ngada-Flores, NTT ini diikuti para pelaku pengelola Desa wisata, Tour Operator, NGO, Akademisi, Kelompok TANIPA dan Media.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ary Suhandi dari Indecon, Direktur Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, Sugeng Handoko Pengelola Desa Wisata Nglanggeran dan Prachyakorn Chaiyakot dari Thai Responsible Tourism Association.

TJEI adalah even tahunan, untuk berbagi ilmu dan informasi tentang produk dan pasar pariwisata. Sementara Meet TANIPA Makers adalah pameran untuk memperkenalkan produk produk yang dikembangkon oleh masyarakat di Flores. Kedua acara ini dilaksanakan selama 4 hari, di desa-desa wisata, di sekitar kawasan Inerie.

Proyek CREATED telah membantu masyarakat lokal dan usaha masyarakat kecil menengah, untuk menghasilkan beragam produk berkualitas, yang menggunakan bahan-bahan lokal dari Flores. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk secara kreatif menciptakan nilai tambah bagi produk karya masyarakat lokal, juga merevitalisasi budaya dan kearifan lokal; tetapi lebih lanjut lagi mengembangkan kewirausahaan dan etos bisnis dari masyarakat.

Temu Pelaku Usaha dan Jaringan Ekowisata Indonesia adalah even tahunan, untuk berbagi ilmu informasi tentang produk dan pasar ekowisata. TJEI 2019 dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari Thailand, Jakarta, Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Sumba dan Flores sendiri.

Para peserta mewakili berbagai elemen, termasuk akademisi, 14 biro perjalawan wisata, lebih dari 25 kelompok usaha berbasis masyarakat, Pemerintah desa, Pemda setempat, Pemerintah Provinsi serta Badan otoritas Pariwisata Labuan Bajo.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngada juga sekaligus meresmikan salah satu daya tarik wisata terbarunya, yaitu Bukit Watunariwowo di desa Beja, Kecamatan Bajawa.

Bupati Kabupaten Ngada, Drs. Paulus Saliwoa berharap upaya ini makin menambah daya tarik wisata alam dan budaya yang sudah ada. Dengan begitu, daya saing pariwisata Flores semakin meningkat di industry pariwisata dunia.

“Masyarakat harus memanfaatkan pertumbuhan pariwisata di Flores seoptimal mungkin dengan menciptakan produk lokal yang berkualitas sekaligus memanfaatkan peluang pertemuan ini sebagai ajang promosi daya tarik wisata Ngada. Kami berharap pelaku pariwisata seperti hotel dan restoran membantu mempromosikan produk hasil kreatifitas masyarakat,” ujarnya.

Komentar