Pemda NTT Anggarkan Rp4 Miliar Kembangkan Objek Wisata Goa Monyet

6
Penulis: galuh/ant
Editor: agus eko
Share :

KUPANG-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelontorkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk membangun objek wisata Goa Monyet di Kota Kupang.

Tahap awal pembangunan ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Kepala Disparekraf Provinsi NTT, Wayan Darmawa bersama Pejabat Pembuat Komitmen, Benny Wahon, dan sejumlah pihak ketiga di Kupang, Senin (20/5).

“Wisata Goa Monyet mulai kita kembangkan dengan dukungan dana yang digelontorkan melalui dana alokasi khusus untuk fisik dan pengawasan mencapai sekitar Rp4 miliar,” kata Wayan Darmawa seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya, objek wisata Goa Monyet yang akan menjadi wisata penyanggah di Kota Kupang akan dikembangkan berupa pembangunan pelataran, pusat kuliner dan cinderamata, serta tempat parkir, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Saya meminta agar mitra yang membangun agar mengerjakannya secara baik dan tepat waktu,” kata Wayan.

“Jadi kita membangun dengan trek garis lurus, kalau tidak sesuai dengan apa yang sudah ditandatangani dalam kontrak maka kami tentu memberlakukan mekanisme sanksi sesuai yang disepakati bersama,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai sektor utama pendorong perekonomian masyarakat di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Untuk itu, lanjutnya, sektor pariwisata harus terbangun lebih baik dari sektor pembangunan lainnya. “Karena maju mundurnya bidang lainnya tergantung dari sektor pariwisata ini,” katanya.

Wayan berharap pihak mitra yang membangun objek wisata Goa Monyet agar melakukannya secara efisien dan efektif dengan mengoptimalkan waktu yang ada.

“Apalagi ini DAK yang punya aturan-aturan, begitu tidak sesuai target waktu maka uang akan kembali ke Pusat, untuk itu saya ingatkan teman-teman mitra agar makin cepat makin bagus. Kalau jangka waktunya 90 hari tapi bisa dikerjakan 70 hari maka dipercepat sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Komentar