Perusahaan Jerman Siap Hadirkan Teknologi Pengolahan Sampah di Labuan Bajo

65
Penulis: louis
Editor: agus eko
Share :

LABUAN BAJO-Sebuah perusahan asal Jerman, Langenburg Technologies menyiapkan teknologi pengolahan sampah di Labuan Bajo. Selain menghasilkan energi listrik, teknologi ini juga bisa menghasilkan air siap minum kualitas tinggi dengan kapasita 10-1000 meter kubik per hari.

Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula pun menyambut baik kehadiran investor yang memiliki teknologi pengolahan sampah ini.

Orang nomor 1 di Mabar ini menjelaskan, produksi sampah di Labuan Bajo Ibu Kota Kabupaten Mabar mengalami kenaikan menyusul bertambahnya jumlah penduduk, restoran, hotel dan aktivitas-akvitas lainnya. Dalam sehari, produksi sampah yang dihasilkan berkisar antara 14-20 ton.

Sampah di Labuan Bajo menjadi salah satu permasalahan yang harus ditanggulangi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi produksi sampah, namun belum membuahkan hasil yang siginikant. Tekhnologi pembangkit listrik tenaga sampah menjadi salah satu solusi untuk mengubah sampah menjadi energi yang berguna.

“Sampah di Labuan Bajo sudah menjadi masalah yang sangat serius. Saya menyambut baik kedatangan investor yang bergerak di bidang pengolahan sampah,” ujar Bupati Gusti saat menerima Hendri Suwarno (Tim Ahli Langenburg Technologies Indonesia), Novi Sandiayana (Direktur PT. Kurniawan Andalan Timur Indonesia) dan Viktor Emanuel Baldi (Staf Ahli PT. Kurniawan Andalan Timur Indonesia) dari Surabaya-Jawa Timur, di ruang rapat Bupati Mabar, Senin (20/5).

Bupati Gusti bersyukur jika dalam aktivitas pengolahan sampah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, seperti energy listrik dan air mineral. Hal ini merupakan bonus.

“Setiap kali mendengar informasi adanya investor yang berencana mengolah sampah di Labuan Bajo, pasti saya prioritaskan. Karena sampah di Labuan Bajo menjadi persoalan dan sudah mendapat sorotan dari pemerintah Pusat,” jelasnya.

Bahkan Menteri Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mewanti-wanti Pemda Mabar agar tidak boleh ada sampah di Labuan Bajo.

“Tahun 2018 silam, Pak Luhut datang ke Labuan Bajo. Salah satu masalah yang dia soroti adalah sampah. Sampah tidak boleh ada di Labuan Bajo, sebagai salah satu destinasi super prioritas. Kalau masih ada sampah, itu berarti Pemda gagal,” demikian Bupati Mabar, mengutip pernyataan Menko Bidang Kemaritiman RI.

Komentar