Songke Manggarai Jadi Seragam Dinas ASN Mabar

51
Penulis: galuh/ant
Editor: agus eko
Share :

KUPANG-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan setempat untuk mengenakan pakaian adat sebagai pakaian dinas resmi pada setiap hari Kamis.

“Mulai hari ini (Kamis, 23/5/2019) kami luncurkan kebijakan bagi semua ASN di Mabar untuk memakai pakaian adat khas Manggarai sebagai pakaian dinas resmi,” kata Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Kupang, Kamis (23/5).

Dia menjelaskan pakaian adat yang digunakan untuk kedinasan meliputi tenunan songke Manggarai, baju bakok (putih-red) untuk laki-laki. Sedangkan brokat untuk perempuan.

“Jadi selendang dan sesek sapu (destar) atau jongkong re’a yang merupakan topi khas Manggarai Barat adalah wajib dipakai setiap hari Kamis,” jelasnya.

Bupati menjelaskan pemerintah kota menerapkan kebijakan itu sesuai instruksi Gubernur NTT yang mewajibkan semua ASN di NTT mengenakan pakaian adat, sebagai pakaian dinas resmi pada setiap Selasa dan Jumat.

“Namun untuk kami di Mabar diterapkan setiap hari Kamis agar selaras dengan ketentuan nasional,” kata Bupati Gusti,

Dia menjelaskan ASN dari daerah lain yang bekerja di Manggarai Barat diperbolehkan untuk mengenakan pakat adat khas daerahnya masing-masing.

Dia mengapresiasi kebijakan tersebut, karena berdampak positif terhadap pertumbuhan usaha pengrajin tenun ikat di Manggarai Barat.

“Saya optimistis banyak orang akan mencari tenun ikat songke Manggarai,” pungkasnya.

Komentar