NTT Mandiri Pangan 2020

2
Penulis: galuh/ant
Editor: agus eko
Share :

KUPANG-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bertekad akan memenuhi pangan utama berupa jagung dan beras secara mandiri pada tahun 2020. Sejauh ini, kebutuhan pangan di NTT masih bergantung pasokan pangan dari luar NTT.

“Dalam rencangan program Pemerintah Provinsi NTT tahun 2018-2020, pangan utama harus dari darah sendiri. Tidak boleh lagi didatangkan dari luar,” kata Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi NTT, Migdon Abolla kepada Antara, di Kupang, Sabtu (25/5).

Menurutnya, produksi jagung di daerah itu sudah berada diatas satu juta ton per tahun, tetapi produksi yang ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Apalagi, kebutuhan beras cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu, katanya.

Dia menegaskan, jika semua potensi yang ada seperti di Kabupaten Kupang, Bena, TTU dan Belu bisa dikembangkan, maka produksi jagung sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri.

Begitupun beras, saat ini produksi rata-rata hanya 3,4 ton per hektare, sehingga kalau bisa ditingkatkan satu kuintal per hektare saja, maka NTT sudah tidak perlu mendatangkan beras dari luar.

“Saat ini kita sedang upayakan untuk memaksimalkan semua potensi yang ada, termasuk mendororong peningkatan produksi beras, sehingga keinginan untuk bisa mandiri pangan bisa terealisasi pada 2020,” katanya menjelaskan.

Komentar