Kisah Sukses ‘Maria Srikandi’ Membawa Produk Lokal Labuan Bajo Dikenal Dunia

123
Penulis: galuh
Editor: agus eko
Maria Srikandi Mayangsari
Share :

Maria Srikandi Mayangsari atau yang akrab disapa Candy, pertama kali merintis bisnis souvenir di Kota Labuan Bajo-Flores, ketika ia justru sedang menikmati kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan fokus membesarkan tiga orang anak buah perkawinannya dengan Mauritz Alviano.

Perempuan kelahiran Maumere-Flores yang pernah berkarir sebagai marketing dan sekertaris di International NGO Swiss Contact ini bercerita, bahwa keinginan untuk membuka toko souvenir atau oleh-oleh berawal dari kebiasaannya berbelanja oleh-oleh di salah satu toko souvenir terbesar di Bali tiap mengunjungi sang buah hati yang kebetulan menempuh pendidikan di Bali.

Keinginan itu makin diperkuat ketika tahun 2015 ia diminta Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Barat untuk mengikuti pelatihan sebagai motivator UKM di Bandung. Ketika itu ia diperhadapkan dengan banyak pengusaha, dari pengusaha kecil hingga pengusaha menengah. Di antara beberapa nara sumber ada juga Ghea Panggabean, salah satu fashion designer yang juga concern terhadap tenun.

Lebih lanjut, perempuan yang pernah menjabat sebagai Publik Relation Manager di Hotel Jayakarta Labuan bajo (2009-2011) ini bercerita, berada bersama para pengusaha yang sudah terbilang sukses, bahkan ada yang sudah go internasional, membuat ia sempat merasa bingung, karena diantara peserta yang hadir saat itu hanya ia yang bukan pengusaha.

“Awalnya saya bingung harus bicara apa ketika memperkenalkan diri? Tapi mengingat Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dan pengalaman saya menghandle para tamu asing di pekerjaan saya dulu, maka saya percaya diri saja menceritakan pengalaman dan pemahaman saya menjawab kebutuhan wisatawan”, ujarnya.

Kebiasaannya menghandle banyak tamu terutama tamu mancanegara saat masih bekerja dulu, membuatnya mengingat kebiasaan para tamu yang tiap akan pulang ke negaranya selalu mencari souvenir untuk dibawa pulang, sementara saat itu di Labuan bajo sendiri belum ada toko souvenir sama sekali.

Di tahun yang sama, tahun 2015, dengan barang alakadarnya, Candy akhirnya membuka toko oleh-oleh yang diberi nama Komodo Gift Shop. Berbekal bantuan dari teman-teman UKM yang beberapa di antaranya adalah pengusaha souvenir dan fashion yang ia temui saat menjadi motivator di Bandung.

“Puji Tuhan teman-teman mau membantu saya. Jadi, saya diberi ruang untuk mencicil barang-barang tersebut. Saya gak harus membayar sekaligus tunai untuk barang-barang yang saya ambil dari teman-teman untuk dipajang dan dijual di toko saya,” ujarnya.

Toko souvenir yang terletak di Kampung Tengah, pusat bisnis dan pariwisata kota Labuan Bajo tersebut akhirnya dibuka dan kini, toko oleh-oleh Komodo Gift Shop juga sudah membuka cabang keduanya di Batu Cermin dan sebentar lagi akan buka spot ketiga di Puncak Waringin.

Komentar