22 Bupati Peserta RUPS BPD NTT Gunakan Pakaian Khas Adat Mabar

180
Penulis: galuh
Editor: agus eko
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat
Share :

LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch. Dula, mengapresiasi langkah Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat yang mewajibkan semua peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT untuk menggunakan pakaian khas adat daerahnya.

Selain sebagai bentuk promosi pariwisata bagi bumi Komodo, penggunaan pakaian adat ini juga sekaligus mengangkat nilai tenun songke.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula, sesaat sebelum mengikuti RUPS BPD NTT digelar, di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Selasa (11/6) pagi.

“Ini untuk pertama kali dalam sejarah Provinsi NTT dimana Gubernur, Wakil Gubernur dan semua Bupati/Walikota yang berjumlah 22 orang menggunakan pakaian khas adat Manggarai. Sebagai Bupati Mabar, saya memberi apresiasi yang tinggi terhadap langkah Gubernur VBL,” katanya penuh bangga.

Menurutnya, penggunaan pakaian adat ini secara tidak langsung mengangkat nilai tawar sarung songke. Selain itu langkah ini juga sebagai bagian promosi pariwisata budaya yang sejak lama didegungkan di Mabar.

“Saya yakin, nilai tawar tenun songke ikut terangkat dengan adanya pembelian yang dilakukan oleh para peserta RUPS yang lupa membawa pakaian adat khas daerah masing-masing,” paparnya.

Bupati Gusti mengaku, beberapa peserta RUPS memakai pakaiaan adat daerah lain di NTT. Namun yang paling dominan adalah pakaian adat khas Mabar sebagai tuan rumah. Hal ini selaras dengan Visi Pembangunan Kabupaten Mabar yakni Menuju Manggarai Barat yang Ramah, Maju dan Sejahtera. Pengertian ramah dalam Visi tersebut katanya, termasuk ramah budaya.

Untuk diketahui peserta RUPS yang menggunakan pakaian khas adat Mabar antara lain Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT, Yosef A. Naesoi, Walikota Kupang, Dr. Jefirston R. Riwu Kore, MM, MH., Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piether Tahun, ST, MM., Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt., Bupati Belu Wilybrodus Lay, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph., Bupati Alor Drs. Amon Djobo.

Termasuk Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon, ST., Bupati Sikka Fransiskus R. diogo, S.Sos., M.Si., Plt. Bupati Ende Drs. H. djafar Achmad, MM., Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes., Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoda, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH. M.Hum., Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH, MH., Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S.K. Limu, Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si.

Sedangkan yang menggunakan pakaian adat khas daerah masing-masing adalah Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu, SH dan Bupati Rote-Ndao Paulina Haning-Bullu, SE.

Komentar