Standard Atraksi di Labuan Bajo Sudah Mendunia

42
Penulis: lita rafael
Editor: agus eko
Share :

LABUAN BAJO-Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman mengatakan standard atraksi di Labuan Bajo sudah mendunia. Bahkan berbagai atraksi yang dipertontonkan dapat meraih penghargaan di kancah internasional.

“Untuk itu diperlukan sinergi dari pihak pusat maupun daerah dan didukung CEO commitment yang sangat kuat,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia, tiga A sebagai prasyaratnya tentu harus pula berkelas dunia.

Tiga A tersebut diantaranya Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. “Kalau ingin menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka Tiga A-nya harus kelas dunia,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Atraksi meliputi destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik.

Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional.

A ketiga, yakni Amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima mulai dari hotel, restoran, toko cinderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib, menuturkan bahwa dukungan penuh akan terus diberikan untuk percepatan pembangunan yang dilakukan pada 8 kabupaten di Flores baik pembangunan yang berkaitan dengan Atraksi, Aksesibilitas, maupun Amenitasnya.

“Percepatan pembangunan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores harus dipercepat prosesnya. Kami sangat mendukung pembangunannya agar Labuan Bajo menjadi destinasi yang semakin mudah dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Saya yakin kedepannya Labuan Bajo akan menjadi destinasi favorit,” jelasnya.

Hiramsyah yang juga Ketua Tim Pokja KEK Pariwisata, sangat mendukung penuh rencana pembuatan 2 KEK Pariwisata di Manggarai Barat.

“Pembangunan KEK Pariwisata Tanah Naga dan Tanah Mori pasti kami dukung dan diharapkan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Tak dapat dipungkiri jika Labuan Bajo semakin menjadi destinasi favorit wisatawan. Trennya selalu meningkat. Di tahun 2018, Labuan Bajo dapat menarik kedatangan sebanyak 121.411 wisman. Torehan tersebut naik lebih dari 150% dibandingkan tahun 2017 yang menorehkan angka 76.612 wisman.

Capaian tersebut pun berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuan Bajo. Pada tahun 2017, Labuan Bajo berhasil meraup Rp 70 miliar. Pendapatan tersebut meroket tajam hampir 100% di tahun 2018 dengan torehan menembus hingga Rp 135 miliar.

Komentar