Mawar si Penghuni Perairan Pantai Mali di Alor

10
Penulis: lita rafael/kemenpar
Editor: agus eko
Mamalia laut duyung yang sangat fenomenal di Kabupaten Alor
Share :

ALOR-Keberagaman biota laut di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daya tarik wisatawan untuk melancong ke sana. Salah satunya untuk melihat mamalia laut duyung yang sangat fenomenal di Kabupaten berjuluk “Bumi Kenari” itu.

Tak jauh dari Bandar Udara Mali. Terdapat Pantai Mali yang menjadi lokasi awal para wisatawan untuk bertemu dan melihat langsung hewan herbivora pemakan lamun itu.

“Bu lamoli go, mao, hao. Oooo War, Mawar cepat kesini ooo war, ada tamu dari Jakarta ni ooo,” panggil Onesimus La’a pawang mamalia laut duyung di Perairan Pantai Mali, sambil pelan-pelan mematikan deru mesin perahu klotok yang ia kemudikan.

Tak butuh waktu lama, Mamalia laut yang bernama ilmiah Dugong dugon itu memunculkan tumbuh besarnya sambil menyemburkan air ke permukaan laut dan berenang mengelilingi perahu sekitar 7-10 menit.

Sungguh menakjubkan memang, persahabatan pria yang kerap disapa One itu dengan mamalia laut yang saat ini menjadi daya tarik pariwisata. Persahabatan dengan dugong, terjadi ketika suatu sore, saat ia selesai menanam bakau di pesisir pantai Pulau Sika, pulau tak berpenghuni di daerah timur laut Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) sejak tahun 1999.

Ia turun ke laut untuk untuk menanam bakau satu persatu. Setelah selesai dan mengambil perahu dan ingin kembali kedaratan. Saat kembali itulah, One melihat dua ekor dugong berenang di samping perahu.

Seekor dugong berenang di depan perahu dan satu lagi berenang di belakang perahu. Dua dugong ini mengantar One hingga pantai Mali.

Keesokan harinya saat dia kembali dari Sika, dua dugong tersebut kembali mengantar One. “Hari ketiga, saya kasih lepas jangkar perahu dan tunggu. Dua ekor dugong itu muncul lalu saya mengulurkan tangan dan keduanya mencium tangan saya. Dari situ naluri dugong masuk dalam pribadi saya,” kata One seperti dikutip dari situs kemenpar.go.id, Senin (5/8).

Untuk menjaga kelestarian dugong yang kerap di sapa Mawar itu ada tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Kabupaten Alor No. 7/2018.

Dalam Perbub tercatat hal-hal yang boleh dilakukan ataupun tidak boleh dilakukan bagi wisatawan saat ingin melihat dugong berjenis kelamin jantan itu. Pertama, pengunjung tidak boleh berenang atau menyelam dihabitat duyung, lalu menceburkan anggota badan ke dalam air, memegang, memberi makan, mengganggu atau membuat gaduh, dan membuang sampah di pesisir pantai sepanjang perjalanan menuju habitat.

Selanjutnya, untuk mengamati dugong Durasi pengamatan di lokasi maksimal hanya 30 menit. Waktu kunjungan dimulai pukul 09:00 hingga 15:00 waktu setempat. Jumlah kunjungan maksimal 2 kali dalam satu minggu atau maksimal 16 orang perminggu serta beberapa peraturan tertulis lainnya.

Komentar