Gregorius Umbu, Investasi Melalui CAR Life Insurance

12
Penulis: lita rafael
Editor: agus eko
Share :

Setelah menimbang-nimbang cukup lama, Gregorius Umbu (38) akhirnya terjun ke dunia asuransi. Semula masih coba-coba, tetapi setelah melihat prospek yang cukup menjanjikan, ayah tiga anak ini semakin gigih meyakinkan banyak orang untuk berinvestasi.

Dia tidak kenal lelah keluar masuk kampung untuk menemui masyarakat.

“Yang paling penting mereka mendapatkan perlindungan kesehatan dan biaya kuliah atau sekolah anak,” ujar staf Sekretariat KORPRI Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT ini serius.

Dia mengalami dan melihat sendiri, betapa banyak orang di sekitarnya yang kelabakan saat sakit atau saat akan membayar biaya pendidikan anak-anak mereka.

“Dulu saat WA atau SMS belum ada, kalau dapat surat dari anak yang kuliah, orang tua pasti deg-degan, malah stress kalau dapat surat dari anak. Jangan-jangan minta uang,” katanya sambil tertawa kecil.
“Ini kan aneh. Mestinya orang tua senang dapat surat dari anaknya, malah stress,” tambahnya merasa lucu.

Menurut Goris, demikian sapaan lulusan sebuah perguruan tinggi di Jogja ini, untuk penghasilan masyarakat yang cenderung kecil, diperlukan manajemen keuangan yang baik agar selalu ada uang pada saat yang tepat.

“Pas sakit ada uang, pas perlu uang sekolah untuk anak ada uang. Caranya, ya menabung. Uang itu kalau ada di tangan, akan habis begitu saja,” tambahnya lagi.

Setiap sore, sepulang dari kantor, pria yang pandai bermain catur dan bridge ini, berkunjung dari satu rumah ke rumah lain untuk menawarkan program menabung dari CAR Life Insurance.

Awalnya bukan hal yang mudah baginya, tapi tidak terlalu lama kemudian, dia bisa meyakinkan beberapa orang. Ibarat bola salju yang lama-lama membesar, yang kemudian ikut serta dalam CAR Life Insurance semakin banyak. Ah! Mendatang hasil dan menyuntikkan optimisme.

Harapan saya, agar masyarakat menyiapkan masa depan anak-anak mereka. Saya sendiri mau agar dana untuk anak saya yang masih kecil-kecil itu nanti lancar. Kalau tidak, kisah sedih yang dulu-dulu akan selalu berulang,” ujar pria yang sudah penyandang predikat Bronze Agency ini.

Kisah sedih yang ia maksudkan adalah pengalamannya, hampir selalu tidak ada uang saat harus membayar uang kuliah sehingga kedua orang tuanya pontang-panting ke sana ke mari untuk mencari pinjaman.
Kini di SBD, dalam rentang waktu hampir satu tahun, sudah 363 orang mitra berinvestasi melalui CAR Life Insurance.

“Ya, inilah hal kecil yang saya bisa bantu untuk masyarakat dan untuk diri saya sendiri. Mari menabung untuk masa depan yang pasti lebih baik. Ini juga untuk mendukung program Gerakan Manabung Nasional,” pungkas pria humoris ini.

Komentar