Perkuat Karakter Budaya Lokal Manggarai, KPM Gelar Festival di TMII

60
Penulis: lita rafael
Editor: agus eko
Share :

JAKARTA-Komunitas Perempuan Manggarai Jakarta (KPM) kerjasama dengan Komunitas Sanggar Ca Nai Kalimalang dan Ikatan Keluarga Manggarai Kebon Jeruk Jakarta (IKMKJ) mengadakan Festival Budaya Manggarai di Anjungan NTT, TMII, Sabtu (17/8/2019). Acara tersebut sekaligus untuk memperingati dan memeriahkan HUT RI ke-74.

Tak hanya pentas budaya, festival tersebut juga sebagai ajang untuk mempromosikan beberapa makanan khas lokal Manggarai, keanekaragaman hasil pertanian, hasil kerajinan dan tenunan Manggarai yang selama ini sudah dikelola oleh beberapa UKM resmi maupun perorangan.

Ketua Panitia Festival, Emmiliana A.K mengatakan Globalisasi termasuk globalisasi budaya bukanlah sebuah ancaman tetapi justru menjadi peluang untuk menghantar budaya local di pentas internasional tanpa harus kehilangan identitasnya.

“Karakter budaya lokal Manggarai bisa kehilangan identitasnya dan bahkan warna budaya itu sendiri akan luntur apabila kita sebagai pelaku sejarah terbawa arus gloablisasi tanpa bisa mempertahankan identitas khas budaya yang kita miliki,” ujar Emmiliana A.K.

Karena itu, dia menegaskan agar budaya Manggarai harus tetap berdiri kokoh dengan keaslian identitasnya yang syarat nilai kehidupan sehingga kelestariannya tetap terus dijaga.

“Saya berharap, keanekaragaman budaya Manggarai ini semakin dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Manggarai sendiri tetapi orang luar Manggarai pun bisa menikmati kemeriahan dan keunikannya, seperti tarian Caci, Ndudu Ndake, Danding, Sanda dan Mbata,”tuturnya.

Dia mengaku festival budaya ini dapat menularkan nilai-nilai falsafah kehidupan yang terkandung didalamnya, di berbagai tingkatan kehidupan orang Manggarai di manapun. Apalagi, keanekaragaman olahan pangan lokal Manggarai yang belum banyak dikenal bahkan cenderung terlupakan dan tidak dikenal oleh generasi Manggarai saat ini.

“Dan akan ditampilkan pula selama event FBM ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia berharap kekhasan makanan lokal yang syarat Nilai Gizi tidak hanya sekedar banyak dikenal tetapi juga digemari oleh masyarakat Manggarai diaspora maupun orang luar Manggarai dan dilestarikan dari generasi ke genarasi.

Di sisi lain kemajuan di bidang informasi pada era globalisasi harus dapat dimanfaatkan keunggulannya dan kekuatannya dalam memasarkan keanekaragaman hasil pertanian lokal beserta olahannya dengan lebih cepat dengan jangkauan sebaran area pemasaran yang semakin luas tanpa batas.

Komentar