Besok, Rapat Konsultasi Regional Lintas Nusa Tenggara Digelar di Labuan Bajo

115
Penulis: wisnu
Editor: agus eko
Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula bersama Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P.S. Brodjonegoro di Labuan Bajo. Jumat (21/6)
Share :

JAKARTA-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) menggelar konsultasi regional lintas wilayah Nusa Tenggara di Hotel Jayakarta Labuan Bajo Senin, (26/08). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyelaraskan tujuan serta sasaran agenda pembangunan.

Sebelumnya, kegiatan yang sama telah dilaksanakan di empat pulau, yakni Jawa-Bali, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas, Parulian Silalahi menjelaskan konsultasi regional lintas wilayah itu menjadi penting dilaksanakan bertujuan untuk menghimpun masukan dan menyamakan persepsi dari segenap pelaku pembangunan.

Lebih khususnya elemen masyarakat daerah, meliputi berbagai unsur seperti Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi dan Kabupaten, Perguruan Tinggi, Akademisi, serta Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), pelaku usaha, dan merupakan amanat dari UU No. 25 Tahun 2004 sebagai arahan dalam pembangunan lima tahun ke depan.

“Khusus di Nusa Tenggara saat ini, akan digali permasalahan terkait penguatan sektor ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan investasi, pengembangan antar wilayah di Nusa Tenggara dalam rangka mengurangi kesenjangan, pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi sebagai pelayanan dasar menuju peningkatan kualitas serta daya saing SDM, revolusi mental, isu kebencanaan, perubahan iklim dan lingkungan hidup, stabilitas Polhuhankam dan pelayanan public,” ujar Parulian dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/8).

Menurutnya, potensi SDA dan pariwisata di kawasan Nusa Tenggara masih menjadi unggulan. Namun isu kemiskinan masih terjadi di wilayah ini. Selain itu, infrastruktur dasar dan konektivitas antar -wilayah yang kurang memadai, optimalisasi peran wilayah perbatasan sebagai beranda negara, dan tingginya potensi bencana serta isu lingkungan hidup masih membayangi pembangunan Nusa Tenggara.

Dia menjelaskan, konsultasi regional membahas tujuh agenda pembangunan, yaitu: Pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi berkualitas, Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, Ketiga, mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing, Keempat membangun kebudayaan dan revolusi mental, Kelima, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim dan Ketujuk memperkuat stabilitas politik hukum dan hak asasi manusia dan transformasi pelayanan publik.

Komentar