Dana Desa Hidupkan Ekonomi Desa Wae Wako Kecamatan Lembor

84
Penulis: galuh
Editor: agus eko
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Wae Wako Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar Sumarto Hardin bersama Kepala Desa Wae Wako, Maximus Hamja
Share :

LEMBOR- Dana desa memiliki manfaat yang sangat signifikan dalam menumbuhkan perekonomian di pedesaan, terutama di Desa Wae Wako Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Wae Wako Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar Sumarto Hardin menjelaskan, dana desa memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan di desa. Selain membuka isolasi daerah terpencil, dana desa juga menjadi stimulator menggerakan ekonomi desa.

“Dana desa ini membantu kami untuk membuka isolasi daerah terpencil selama ini. Dengan di buatnya jalan ini, semakin ramai pedagang yang masuk menjual dagangannya seperti bakso, ikan dan sembako dll,” ujarnya.

Dia menjelaskan, program pembangunan di desanya sudah dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) oleh Pemdes Desa Wae Wako Kecamatan Lembor, Mabar tahun 2018 lalu.

Berdasarkan Musyawarah Desa Tahun lalu, program pembangunan di Desa Wae Wako Kecamatan Lembor, Mabar mencakup Pembangunan Jalan Lapen Wae Laci-Pampa dengan volume jalan 1.050 M serta pekerjaan lanjutan Telford dusun Pampa-Lunti 400 M.

“Sisanya pembuatan Deker menuju SMP negeri 4 Lembor,” jelasnya.

Berdasarkan Hasil Musyawarah Desa yang digelar Agustus ini maka tahun 2020, program pembanguan desa akan difokuskan pada infrastruktur jalan.

Ditargetkan jalan ini tembus ke dusun Lunti. “Dengan jalan tuntas maka aktifitas semakin lancar. Mudahan juga listrik desa yang kami harapkan secepatnya mengingat desa kami masih gelap gulita,” ucapnya.

Dia menjelaskan, akses menuju Desa Wae Wako sekarang cukup memadai, karena jembatan gantung sudah dibangun di Wae Laci. Namun jembatan gantung ini hanya boleh dilewati oleh kendaraan roda dua.

“Sedangkan untuk kendaraan roda 4 masih turun ke sungai untuk penyebrangan,” imbuhnya.

Dia berharap agar pembangunan desa tidak hanya mengandalkan dana desa, tetapi APBD Kabupaten Mabar perlu mengalokasikan dana untuk akses jalan.

“Desa kami berbatasan langsung dengan kecamatan Sanonggoang sehingga jalan dari Sanonggoang dapat dikerjakan lagi sampai desa wae Wako dan Desa Siru,” pungkasnya.

Komentar