Pencegahan DBD dan Stunting Jadi Fokus Pemda Mabar

119
Penulis: wisnu
Editor: agus eko
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Paulus Mami, SKM
Share :

LABUAN BAJO-Kewaspadaan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penanggulangan stunting terus menjadi fokus perhatian pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Hal ini penting mengingat DBD dan Stunting pernah melanda daerah ini beberapa waktu lalu bahkan menyedot perhatian nasional.

“DBD dan Stunting menjadi isu yang sangat strategis. Apalagi Labuan Bajo merupakan daerah endemik DBD, demikian juga halnya dengan gagal tumbuh (stunting) dengan jumlah sangat signifikan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Paulus Mami, SKM disela-sela Lokakarya Mini Triwulan yang digelar Unit Pelayanan Tehnis UPT Puskesmas Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat di aula Kecamatan Komodo, Jumat (6/9).

Menurutnya, kegiatan ini digelar dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Barat, khusus di Puskesmas Labuan Bajo. “Kasus Stunting di Mabar ini menjadi perhatian Nasional,” tuturnya.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Labuan Bajo Gerarda Dewi Bantrang menjelaskan sekitar 404 orang anak yang menyebar di 12 desa Kelurahan di Kecamatan Komodo di duga terindikasi Stunting atau gagal tumbuh akibat kurang gizi.

Dari 404 kasus stunting ini menyebar Pada 12 desa Kelurahan di Kecamatan Komodo diantaranya, Kelurahan Labuan Bajo 38 anak, Wae Kelambu 10 anak, Desa Batu Cermin 57 anak, Gorontalo 8 anak, Nggorang 12 anak, Watu Ngelek 25 anak, Pasir Putih 22 anak, Komodo 36 anak, Seraya Maranu 19 anak, Papagarang 28 anak, Golo Bilas 85 anak, Pasir Panjang 45 anak.

2.855 anak yang di ukur yang di kategorikan normal 2.451 anak sedangkan yang terindikasi stunting 404 orang atau 14.2 persen.

“Saya berharap agar kita memperhatikan gizi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun dan selanjutnya, untuk itu agar memberikan asupan gizi yang cukup, agar tidak terkena stunting,” jelasnya.

Komentar