Membangun Manggarai Barat, Membangun Indonesia

252
Penulis: wisnu/Humas Mabar
Editor: agus eko
Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula
Share :

Arah pembangunan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dibawah duet kepemimpinan Bupati Drs. Agustinus Ch. Dula dan Wakil Bupati drh. Maria Geong, Ph.D selaras dengan program ‘Nawa Cita”, 9 Agenda Prioritas Jokowi-JK.Salah satunya, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.Dan kini, hasilnya sudah terlihat.

Dalam bidang ekonomi misalnya, kebijakan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat didesain dengan orientasi membangun ekonomi rakyat, mulai dari pinggiran dan desa dengan membuka akses jalan dan jembatan ke daerah terisolasi (tertinggal) serta memperkuat basis pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Hal ini selaras dengan visi dan misi pembangunan seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Manggarai Barat periode 2016-2021. Perlahan namun pasti, berbagai keberhasilan diraih oleh Kabupaten berumur 15 Tahun ini.

Berbagai prestasi tersebut antara lain di bidang infrastruktur (jalan, jembatan, dan sebagainya), pembangkit listrik berbasis energi baru/terbarukan, pelabuhan dan bandara, membangun desa, dan sebagainya.Di samping itu, Pemda Manggarai Barat juga berhasil melakukan berbagai langkah kebijakan yang mampu menekan angka inflasi, kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi.

Berbagai kebijakan untuk mendorong investasi juga telah dikeluarkan yang intinya memudahkan setiap investasi yang masuk ke wilayah Manggarai Barat. Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang dengan lebih keras lagi untuk mengisi kemerdekaan searah dengan cita-cita kemerdekaan adalah kesejahteran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tantangan kedepan semakin berat dan kompleks, Untuk itu perlu ada perjuangan dan pengorbanan secara terus menerus melalui bekerja bersama sebab dengan kerja, memudahkanmelangkah maju untuk meraih cita-cita tersebut.

Menurut Bupati Manggarai Barat, tema peringatan Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia yang lalu yakni “SDM Unggul, Indonesia Maju” selaras dengan cita-cita yang didukung dengan geliat pembangunan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seperti tertuang dalam visi menuju Kabupaten Manggarai Barat yang ramah, maju dan sejahtera”.

Bidang Pendidikan

Wakil Bupati drh. Maria Geong, Ph.D

Dalam bidang pendidikan, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen meningkatkan layanan pendidikan, baik aspek aksesibilitas maupun kualitas masyarakat Manggarai Barat.
Langkah yang ditempuh melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan mutu dan jumlah tenaga pendidik. “Dimana secara makro kita mampu meningkatkan prosentasi angka melek huruf mencapai 96,7 % pada tahun 2018 dari 90 % tahun 2017,” jelasnya.

Kemajuan pembangunan pendidikan juga jelas Bupati Gusti menempatkan Manggarai Barat meraih peringkat I tingkat Provinsi untuk Ujian Nasional berbasis komputer dan peringkat II Ujian Nasional berbasis kertas dan pensil untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama.

Sementara itu, masih pada jenjang pendidikan yang sama, secara perorang untuk bidang studi Matematika SMP St. Claus Werang meraih peringkat I tingkat Provinsi dengan nilai 100. Olimpiade sains nasional bidang studi Matematika tingkat SD dan SMP, Manggarai Barat menyabet peringkat I tingkat Provinsi NTT.

Bidang Kesehatan

Kualitas kesehatan masyarakat juga merupakan unsur penentu terciptanya SDM Indonesia yang unggul yang tercermin dengan lamanya usia harapan hidup manusia. Pembangunan sektor kesehatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Pemda senantiasa mendorong dan meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, meningkatkan mutu dan jumlah tenaga medis dan para medis. Sampai dengan tahun 2018 angka usia harapan hidup masyarakat Manggarai Barat mencapai 66,58 tahun.

Pembenahan rumah sakit umum daerah dan membangun serta memelihara Puskesmas. “Saat ini RSU sudah beroperasi, dan kita juga memiliki Puskesmas di semua kecamatan.Yang menjadi upaya berikutnya adalah penambahan jumlah tenaga-tenaga medis termasuk dokter. Jika semua sudah terpenuhi, maka pelayanan kesehatan ke depan tidak ada kendala lagi,” katanya.

Komentar