Ferry Adu: Tertibkan Kapal Tanpa Dokumen di Mabar

141
Penulis
Editor
Aktifis Lingkungan, Ferry Adu (tengah berbaju merah)
Share :

LABUAN BAJO- Kapal Plataran Pinisi Bali yang ditumpangi wartawan Istana yang meliput kegiatan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo terbalik saat berada di tengah laut.

Untungnya, semua wartawan dan Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi penumpang kapal tersebut selamat.

Aktifis Lingkungan di Labuan Bajo, Surion Adu Florianus mendesak Aparat Kepolisian dan Syahbandar Manggarai Barat melakukan penertiban serta memberi sangsi hukum tegas kepada pemilik kapal yang beroperasi tanpa dokumen di perairan Manggarai Barat.

Khususnya kapal-kapal milik hotel serta pegusaha luar Mabar yang selama ini beroperasi bebas di Manggarai Barat.

Langkah tegas ini sangat penting agar pristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.

“Saya minta aparat kepolisian dan Syahbandar dan pihak terkait lainnya menertiban kapal yang beroperasi tanpa dokumen,” tegasnya.

Aktifis yang disapa Ferry Adu ini mensinyalir banyak kapal di perairan Labuan Bajo tanpa mengantongi izin beroperasi. Bahkan sejumlah kapal diketahui kantornya ada di Jakarta dan Bali, namun beroperasi bebas di ujung barat Pulau Flores itu.

“Saya menduga, banyak kapal  tanpa  didukng dokumen yang jelas. Hal ini sangat membahayakan,” jelasnya.

Seperti diberitakan, pada Selasa 21 Januari 2019, telah terjadi musibah yang menimpa rekan-rekan wartawan Istana yang meliput kegiatan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada kunjungan kerja ke Labuan Bajo sejak Minggu, 19 Januari 2020 hingga Selasa, 21 Januari 2020

Peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan, karena setelah acara terakhir di Labuan Bajo, yaitu penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta.

Sementara para wartawan tersebut memilih untuk ke dermaga untuk menaiki kapal menuju Pulau Bidadari.

Dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, Desca salah satu wartawan yang ikut menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik.

Saat terbalik, petugas pantai di Hotel Plataran yang melihat kejadian tersebut segera bergerak menuju lokasi dengan speedboat.

Setelah itu para wartawan dibawa ke Hotel Plataran dan langsung diperiksa oleh tim dokter dari RS Siloam Labuan Bajo.

Komentar