Komisi V DPR RI Dukung Pembangunan Jalan Lintas Utara Flores

32
Penulis
Editor
jalan lintas utara flores
Share :

LABUAN BAJO- Komisi V DPR RI mendukung pembangunan Jalan Lintas Utara Flores.

Infrastruktur Jalan Lintas Utara juga akan menjadi jalur alternatif untuk memperlancar pengiriman logistik dan bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah Kedindi yang terdapat Depo Pertamina ke Labuan Bajo.

Selain itu, juga akan membantu akses dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG), Mobile Power Plant (MPP) Flores (Labuan Bajo) milik PT PLN yang berkapasitas 20 MW di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, menuju Labuan Bajo.

Dukungan ini disampaikan Komisi V DPR RI saat Bae melakukan Kunjungan Kerja (kunker) Spesifik dalam rangka meninjau infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya pembangunan Jalan Lintas Utara Flores.

“Daerah gunung dan perbukitan mempengaruhi persoalan infrastruktur tersendiri di Labuan Bajo, tapi Kementerian PUPR punya ilmu yang baik dan Labuan Bajo punya nama besar. Dengan pembangunan infrastruktur yang baik, termasuk potensi persawahan yang ada, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian,” tutur Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae yang juga Ketua Rombongan Kunker Komisi V DPR.

Menurutnya, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores juga  dalam rangka mendukung pertemuan internasional G20 dan ASEAN Summit 2023. Adapun Labuan Bajo dipersiapkan untuk pelaksanaan ajang internasional ini.

Untuk itu, Ridwan berharap agar Kementerian PUPR segera menyusun langkah-langkah konkret sehingga pelaksanaannya dapat meningkatkan nama baik bangsa dan pelaksanaannya berjalan dengan sukses.

Sementara itu, Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang Muktar Napitupulu mengatakan, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores tersebut akan menjadi jalur logistik yang menghubungkan sentra produksi pertanian di Kawasan Pertanian Terang seluas dengan Pelabuhan Bari yang dibangun sebagai pelabuhan niaga menggantikan Pelabuhan Labuan Bajo.

“Dengan dibangunnya Jalan Lintas Utara juga akan menjadi jalur alternatif untuk memperlancar pengiriman logistik dan bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah Kedindi yang terdapat Depo Pertamina ke Labuan Bajo,” jelasnya.

Kementerian PUPR melalui BPJN X NTT telah memulai pembangunan Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo-Kedindi sejak tahun 2015 dengan total anggaran yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 201 miliar.

Saat ini progresnya dari total panjang 141,29 km sudah tembus sepanjang 60 km dengan kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang 18 km.

“Untuk target keseluruhan rampung dengan kondisi teraspal yakni pada tahun 2023. Namun untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Bari kita fokuskan untuk penyelesaian pengaspalan hingga ke Bari pada tahun 2021,” tambah Muktar.

Selain pembangunan jalan lintas utara Flores Kementerian PUPR juga akan melebarkan Jalan Soekarno Hatta di pusat kota Labuan Bajo dilengkapi dengan jalur pejalan kali (pedestrian walk) yang nyaman, serta meningkatkan kualitas jalan dari Labuan Bajo ke Wae Cicu yang akan menjadi pusat pelayanan akomodasi wisata premium di Labuan Bajo.

Komentar