Potensi Perdagangan Labuan Bajo Bisa Dikembangkan ke Pasar Global

22
Penulis
Editor
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga melakukan pertemuan dan diskusi dengan anggota KADIN Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Labuan Bajo, Sabtu (25/1).
Share :

LABUAN BAJO-Potensi perdagangan, khususnya ekspor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ternyata sangat menjanjikan.

Selain sektor pariwisata, potensi perdagangan di bumi Komodo ini layak dikembangkan sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah, bahkan untuk pasar global.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga saat menggelar bersinergi dengan para pemangku kepentingan daerah di Labuan Bajo akhir pekan lalu.

Sinergi tersebut diperkuat melalui dialog perdagangan dengan anggota KADIN Provinsi NTT yang berlangsung di Labuan Bajo, NTT.

Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua KADIN Kabupaten Mangarai Barat Nasius Charles Angliwarman, Anggota DPD RI Abraham Panlianto, serta para pelaku usaha di NTT.

“Sinergi antar pemangku kepentingan tersebut sangat diperlukan untuk kembangkan potensi perdagangan di daerah secara lebih maksimal dalam meningkatkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja yang luas,” jelasnya.

“Tidak hanya itu, produk-produk potensial di daerah yang dikembangkan tersebut juga berpeluang besar untuk naik dan merajai pasar ekspor, seperti kopi Bajawa dan Flores, kain tenun NTT, serta gula aren/semut,” tegas Wamendag.

Kementerian Perdagangan lanjutnya diamanatkan untuk merealisasikan dan menyelesaikan perjanjian-perjanjian perdagangan internasional antara lain dengan Uni Eropa, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah.

Selain itu, Kemendag juga terus berupaya dan bersinergi dengan pelaku bisnis dalam meningkatkan ekspor nasional guna menyeimbangkan neraca perdagangan yang sehat dan efisien dan meningkatkan lapangan kerja.

“Kementerian Perdagangan juga ditugaskan untuk membuka akses pasar di luar negeri, di antaranya melalui misi dagang, pameran, dan dialog bisnis,” jelas Wamendag.

Wamendag mengajak para pelaku usaha daerah NTT untuk dapat memanfaatkan peluang dengan cara mengikuti pameran-pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia 2020 dan Dubai Expo 2020.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan memfasilitasi dan memberikan dukungan terhadap para para pelaku usaha untuk kembangkan potensi ekspornya.

“Untuk mengembangkan akses ke pasar internasional kami akan menyelesaikan perjanjian-perjanjian FTA/CEPA/PTA dengan negara mitra yang masih pending serta meningkatkan kunjungan bisnis ke luar negeri dan membuka lebih banyak dialog perdagangan dengan para pengusaha selain mengikuti pameran dagang,” ulasnya.

“Sedangkan untuk peningkatan pengetahuan persyatan dan teknis ekspor buat pengusaha lokal, Kemendag juga mengoptimalkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) dengan mengikutsertakan lebih banyak pelaku usaha khususnya UMKM yang orientasi ekspor,” tambahnya.

Wamendag Jerry juga menyampaikan, Atase Perdagangan (Atdag) maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) berperan penting dalam membuka akses pasar sehingga para pelaku usaha dapat mengekspor produk-produk lokal ke mancaneraga.

Ke depan, peran Atase Perdagangan akan terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi kampanye negartif terhadap produk-produk Indonesia dan menjadi market agent serta melakukan market intelligence untuk ekspor.

“Namun, untuk menyelesaikan hambatan perdagangan di luar negeri, juga diperlukan sinergi antarkementerian guna menciptakan posisi yang solid untuk menciptakan kesepakatan,” pungkasnya.

Komentar