Warga Rusak Fasilitas Desa, Kades Tolak Penyelesaian Secara Kekeluargaan

oleh -176 views
Ilustrasi
Share :

LABUAN BAJO-Kepala Desa Ndeweng, Kecamanan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Jon merasa keberatan jika penyelesaian masalah pengrusakan beberapa item pembangunan sarana prasarana Dana Desa Ndeweng Tahun Anggaran 2017 oleh beberapa anggota masyarakat Kampung Golo Kolang dilakukan secara kekeluargaan.

Pasalnya, tindakan pidana pengusakan ini sudah dilaporkan secara resmi ke Polsek Lembor.

“Saya merasa beban kalau Camat meminta penyelesaian secara kekeluargaan,” ujar Kades Agustinus di Lembor, Kamis (1/8).

Kades Agustinus sendiri secara resmi melapor tindakan pengrusakan ini ke Polsek Lembor pada Rabu (2/8).

Item yang dirusak itu diantaranya bangunan Cekdam, satu buah deuker dan dua buah WC.

Rencananya, Camat Lembor akan meminta klarifikasi terhadap Kades yang pernah dilaporkan oleh puluhan warganya ke DPRD beberapa waktu yang lalu. Camat Lembor sendiri akan meminta klarifikasi kepada Kade Agustinus di Kantor Camat Lembor, Kamis (3/8).

Kades Ndeweng ini mengaku kesal jika Camat Lembor memediasi upaya damai secara kekeluargaan. “Saya rasa beban kalau (besok) Camat Lembot meminta penyelesaian secara kekeluargaan. So’o kole mek (terpaksa ya setuju sajalah),” ungkapnya.

Sebelumnya, Fridus Juang mengatakan tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa warga Golo Kolang tersebut adalah wajar-wajar saja.

Bahkan, aksi itu justru mendapatkan dukungan dari banyak warga kampung.

Dukungan terhadap tindakan pengrusakan ini menurutnya sangat berdasar karena Kepala Desa Ndeweng dinilai telah mengingkari kesepakatan resmi bersama masyarakat, yang justru dilakukan sehari setelah beberapa anggota DPRD Mabar mendatangani Desa mereka terkait laporan pertama ke lembaga itu.

“Kepala Desa tidak menghargai kesepakatan bersama pada tanggal (15/5) bahwa kegiatan pekerjaan fisik yang dikehendaki oleh warga adalah lanjutan Lapen Pertigaan Orong – Kampung Golo Kolang. Dia rubah secara sepihak tanpa hargai kesepakatan. Tidak salah kalau warga melakukan pengrusakan itu. Deker pun dirusak karena itu Dana 2016, kenapa baru dibangun sekarang dengan Angaran 2017 ?,”  ungkap Juang pula.

Terkait laporan pengrusakan oleh Kades Ndeweng ini, Juang yang pernah menjadi Ketua TPK Desa ini merasa heran terkait jumlah terlapor yang tidak sesuai dengan jumlah pelaku pengrusakan itu sendiri.

”Kenapa hanya mereka itu yang dilaporkan ? Banyak yang siap menjadi terlapor terkait pengrusakan ini “, ungkap Juang sembari menambahkan bahwa hari ini para terlapor ini bahkan dikawal ratusan warga Kampung Golo Kolang ketika mendatangani Polsek Lembor.

Sampai berita ini diturunkan, para pelaku pengrusakan belum dapat mengkonfirmasi tindakan mereka termasuk informasi dari TPK Desa Ndeweng.

 

 

 

Komentar