Yayasan Agrikultura Bangkok Siap Bantu Petani Sorgum Mabar

oleh -260 views
ILustrasi
Share :

BAJAWA-Sebuah yayasan Agrikultura yang berbasis di Bangkok (AgriSource Co. Ltd), tengah meneliti potensi untuk mengembangkan program agrikultura  di Indonesia.

Program ini akan difokuskan ke sejumlah wilayah Indonesia Timur seperti NTT, NTB dan Sulawesi Selatan, dengan fokus pada tanaman ladang jagung (OP, 3WC, double-cross), kacang kedele, kacang tanah, kacang hijau, dan kentang. “Dalam waktu dekat, tanggal 15 Maret nanti, Yayasan Agrikultura dari Bangkok  ini akan ke Flores untuk bertemu dengan petani sorgum,” ujar penghubung AgriSource Co. Ltd di Indonesia, Quin Siwe Mole dalam keterangan tertulisnya Jumat (9/3).

Menurutnya, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mencari lokasi di mana SFSA akan memprioritaskan kegiatannya di Indonesia Timur. “Bagaimana SFSA dapat meningkatkan perencanaan Seeds2B dalam memlilih wilayah agrozone termasuk siapa yang berpotensi untuk menjadi mitra untuk melaksanakan proyek Seeds2B projects,” terangnya.

Seperti diketahui, sorgum merupakan salah satu komoditas potensial yang dapat dikembangkan mendukung  program diversifikasi pangan di Indonesia. Sebagai sumber pangan, sorgum  mempunyai beragam zat antioksidan, mineral, protein dan serat penting.

Tingginya permintaan di tingkat global juga merupakan potensi bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan bioenergi dunia. Saat ini telah tersedia 11 varietas sorgum dengan daya hasil cukup tinggi, berumur genjah serta daya adaptasi yang luas. Calon varietas sorgum manis juga telah tersedia dalam upaya mendukung pengembangan bioindustri di Indonesia.

Optimalisasi pengembangan produksi sorgum harus terintegrasi mulai dari hulu sampai pengembangan industri hilir yang siap menampung hasil panen.

Menurut Quin, Tim dari Yayasan di Bangkok tersebut berniat berkunjung ke Flores, khususnya untuk menemui pihak -pihak yang bekerja untuk tanaman seperti  sorgum (prioritas), jagung, kacang hijau, kacang tanah dan kentang.

“Mereka ini bisa berupa LSM, kelompok petani usaha kecil atau perorangan,” tuturnya.

AgriSource Co. Ltd. in Bangkok bekerja sama dengan Syngenta Foundation (sebuah organisasi pengembangan pertanian non-profit) untuk Usaha Pertanian Berkelanjutan.

“Saya sudah menghubungi Ketua Asosiasi Petani Lembor (APEL) untuk mendukung program ini,” terangnya.

Dia menjelaskan, SFSA sedang mencari peluang baru untuk Program Seeds2B Di Indonesia Timur.

Seeds2B berupaya untuk meningkatkan askes petani skala kecil terhadap bibit tanaman bermutu sehingga bisa meningkatkan hasil panen, memperkuat rantai pasokan pertanian skala kecil, dan berupaya untuk meningkatkan kehidupan petani kecil.  Seeds2B sekarang bekerja di Senegal, Mali, Kenya, Malawi, Zimbabwe, dan Indonesia.

 

 

Komentar