‘TABIR’ Layak Pimpin Manggarai Timur

oleh -256 views
Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur- Yos Byron Aur
Share :

BORONG-Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur-Yos Byron Aur (TABIR) makin mantap menghadapi Pilkada Matim yang bakal digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Optimisme ini seiring dengan naiknya popularitas dan elektabilitas kandidat ini dari waktu ke waktu.

“Trendnya (popularitas_red) naik secara signifikan. Ini modal yang sangat berharga bagi kami,” ujar Cabup Tarsisius Syukur saat ditemui di kediamannya  di bilangan kampung Bugis Kota Borong, Minggu (11/3).

Paska dideklarasikan pada 10 Februari  2018 lalu , paket TABIR konsisten menggelorakan visi misi bersama.

TABIR mengusung Visi pembangunan, “Mewujudkan Kesejahteraan dan Kemakmuran Masyarakat Manggarai Timur Secara Adil dan Bermartabat Sesuai Potensi Kearifan Lokal”.

Visi ini jelasnya dilaksanakan dalam tiga kata kunci utama, yakni: Pertama, pelaksanaan pembangunan daerah yang terencana dan terukur, Kedua, pelaksanaan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien dan Ketiga, manajemen tata pemerintahan yang miskin struktur dan kaya fungsi.

TABIR menetapkan Delapan Misi pembangunan, yang merujuk pada Moto Perjuangan Paket TABIR “Arif Memimpin Bijak Membangun” selanjutnya akan  dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ada pun ke delapan misi TABIR sebagai berikut:

Pertama, peningkatan pembangunan melalui program Desa primadona dan revolusi  infrastruktur yang berlaku adil dan merata disemua kecamatan;

Kedua, Meningkatkan Pembangunan Perekonomian Melalui Persediaan Infrastruktur Pedesaan dan Pelayanan Masyarakat;

Ketiga, meningkatkan ketahanan pangan melalui optimalisasi potensi pertanian dan pariwisata;

Keempat, meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan, sistem pendidikan yang memadai, demokratis;

Kelima, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, efisien, efektif, partisipatif dan proporsional;

Keenam, meningkatkan mutu pelestarian lingkungan hidup dan sistem penataan ruang dan tata kota yang bernuansa estetika dan berbasis budaya;

Ketujuh, Meningkatkan penegakan supremasi hukum HAM dan pemberdayaan perempuan, kaum muda dan pengendalian terpadu di wilayah perbatasan;

Kedelapan, Mitigasi bencana alam dengan sistem penanganan cepat dan tuntas.

“Jadi, Delapan agenda pokok ini menjadi “Roh” yang akan dilakukan oleh Paket TABIR,” terangnya.

Dia menjelaskan, kedelapan agenda ini akan terwujud jika ada simbiosis mutualisme antara tiga stakeholders yakni, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Komentar