Polres Mabar Amankan 2 Orang Turis Yang Bercanda Soal Bom

oleh -164 views
Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusuma Wardana
Share :

LABUAN BAJO-Polres Manggarai Barat (Mabar) akhirnya mengamankan 2 orang turis yang bercanda soal bom saat tengah berada dalam pesawat Wings Air jenis ATR 72-600 dengan rute Labuan Bajo-Denpasar. Bule bernama Maria dos Santos asal Portugal dan Jason yang berasal dari Inggris diamankan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Keduanya diamankan sembari menunggu proses selanjutnya. Jika pemeriksaan selesai maka keduanya diperbolehkan menginap di luar sambil menanti panggilan untuk proses selanjutnya oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) nanti,” jelas Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusuma Wardana saat dikonfirmasi, Kamis malam (21/6).

Seperti diketahui, akibat candaan bom ini, penerbangan Wings Air dari Bandara Komodo ke Bali pada Pukul 15.50 terpaksa didelay hingga 4 jam.

Julisa menuturkan ikhwal candan soal bom ini berkat laporan pramugari Wings Air. “Pada saat ditanyai oleh pramugari apa isi koper Jason saat boarding, pelaku Maria menyeletuk isinya “Bombs. Itu Bombs”. Padahal si Jason sendiri ngomong kalau isinya perlengkapan fotografi,” ungkap Julisa.

Pramugari Wings Air pun, kata Kapolres langsung melapor ke pilot dan seterusnya pilot memerintahkan semua penumpang untuk turun untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dan ternyata memang benar isinya adalah alat-alat fotografi ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas di Bandara Komodo,” tuturnya.

Jason (asal Inggris) bersama pelaku Maria dos Santos (baju hitam/sedang berkomunikasi) saat keluar dari Bandara Komodo menuju mobil polisi

Jason sendiri kata AKBP Julisa, mengakui bahwa celetukan Maria dos Santos tadi itu memang benar kata Bombs.

“Jadi sesuai UU Nomor 1 Tahun 2009 pasal 433 (kalau tidak salah) dan merujuk ke pasal berikutnya, penyampaian hal yang tidak benar memang tidak diperbolehkan. Ini sangat mengganggu penerbangan ,” imbuhnya.

Sesuai regulasi UU Nomor 1 Tahun 2009 pasal 433, kata AKBP Julisa, tidak bisa ditangani oleh Pihak Kepolisian. Kepolisian hanya lakukan pengumpulan keterangan awal. Kewenangan melakukan penyidikan sepenuhnya berada di PPNS.

“Jadi kita tunggu sampai PPNS ada baru bisa dipastikan kasus ini seperti apa ke depannya. Jadi ini sifatnya penanganan awal sementara sampai PPNS tiba karena di sini tidak ada,” pungkasnya.

Komentar