Menpar Tinjau Pekerjaan Homepod di Desa Wisata Liang Ndara di Labuan Bajo

oleh -396 views
Menpar Arief Yahya didampingi Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula meninjau progress pekerjaan Pilot Project Homepod di Dusun Melo Desa Wisata Liang Dara Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat Selasa (23/7),
Share :

LABUAN BAJO-Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meninjau progress pekerjaan Pilot Project Homepod di Dusun Melo Desa Wisata Liang Ndara Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Homepod berbentuk telur yang dibangun Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini memasuki tahap akhir penyelesaian pekerjaannya.

Sebelum melihat secara langsung proses pekerjaan Homepod, Menpar Arif Yahya, yang didampingi Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula diterima secara adat oleh masyarakat Desa Wisata Liang Ndara.

Usai diterima secara adat, Menpar juga menonton dan menyaksikan pentas tarian adat dan permainan Caci oleh kelompok-kelompok sanggar setempat.

Arief Yahya disela-sela peninjauan Homepod mengatakan, nomadic tourism yakni konsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas adalah konsep yang mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia.

Dimana beberapa bagian merupakan kepulauan dengan akses yang susah dijangkau. Karena itu konsep wisata temporer adalah jawaban untuk mendongkrak jumlah amenitas pariwisata sekaligus mengimbangi pertumbuhan kunjungan wisatawan.

“Selain Homepods, di beberapa daerah di Indonesia, Kemenpar akan kembangkan nomadic tourism dan menyediakan fasilitas seperti glamping (glamorous & camping), karavan, bahkan seaplane,” ujarnya.

Sesuai karakternya, jelas Menpar yaitu nomadic, ketiga fasilitas tersebut juga bisa dipindah-pindah alias tidak permanen. Dengan begitu, nomadic tourism ini sangat cocok dikembangkan di daerah-daerah yang belum tersedia akomodasi seperti perhotelan atau pun homestay.

Menpar pun mendorong industri pariwisata untuk mengembangkan produk wisata nomadic tourism dan memasarkannya.

“Kita di Indonesia memiliki 17.000 pulau, 70.000 Desa dan ratusan destinasi priwisata indah. Kalau kita membangun hotel konvensional, maka perlu waktu yang lama bahkan homestay pun bisa saja kurang cepat. Maka, saya umumkan lagi bahwa saya akan memberikan insentif bagi orang yang masuk ke nomadic tourism,” tuturnya.

Komentar