Besok, Kapal Tangki Air Kapasitas 50 m3 Tiba di Labuan Bajo

oleh -280 views
Direktur Perumda Wae Mbeliling Aurelius Endo bersama jajarannya tengah melakukan uji coba kapal pengangkut air
Share :

LABUAN BAJO-Pemerintah Pusat sudah mengirim surat perihal penyerahan Kapal Tangki Air Kapasitas 50 m3 kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemda Mabar).

Adapun bantuan kapal tangki ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Pemukiman (BPP) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Surat Penyerahan dengan nomor UM.01.11/BPPW/NTT/398 dikirim setelah sebelumnya pihak BPP bersama Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Aurelius H. Endo, melakukan pengecekan kelayakan Kapal.

Kepala BPP Wilayah NTT, Herman Tobo menjelaskan proses pengiriman Kapal Tangki air ke Labuan Bajo segera dilakukan.

“Saat ini Kapal masih berada di pelabuhan Tenau-Kupang, belum berangkat ke Labuan Bajo karena alasan cuaca sesuai rekomendasi pihak Syahbandar Pelabuhan Tenau-Kupang. Rencananya Senin (29/7) mendatang Kapal merapat ke Labuan Bajo,” tandasnya.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula, membenarkan adanya surat penyerahan Kapal tanki dari pihak BPP wilayah NTT.

“Surat Penyerahan Kapal Tanki dari BPP wilayah NTT sudah saya terima, beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Dia mengatakan bantuan Kapal Tangki Air diberikan guna mengatasi kesulitan air bersih khususnya warga pulau-pulau dan pantai pesisir yang mengalami kekurangan air bersih sejak dahulu.

“Terimakasih kepada Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta karya melalui BPP wilayah NTT atas perhatian kemanusiaan ini. Hanya Tuhan yang bisa membalas atas kebaikan menyerahkan Kapal Tanki Air ini. Hal ini tentu sinergi dengan rencana penambahan satu Water Treatmen lagi di Labuan Bajo,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati Gusti mengingatkan agar bantuan ini dijaga, termasuk model pemeliharaannya ke depan. Karena itu, dia meminta jajaran Perumda Wae Mbeliling untuk segera membuat perencanaan pengelolaan Kapal Tangki Air ini untuk mendatangkan kemasyalahatan masyarakat serta mendatangkan pendapatan bagi usaha keberlangsungan kapal tersebut.

“Saya minta Direktur Perumda Wae Mbeliling segera membuat perencanaan pengelolaan yang mendatangkan manfaat baik untuk masyarakat dan Perumda sendiri. Warga masyarakat tergantung pada kapal dan kapal tergantung kepada masyarakat. Hindari tujuan bisnis semata, bahwa masyarakat harus mampu membedakan membeli air di Labuan Bajo dan membeli air di Kapal yang datang ke Pantai, harus terjadi efisiensi yang besar,” paparnya.

Untuk itu jelas Bupati dua periode ini, dibutuhkan sebuah regulasi berupa Peraturan Bupati sebagai Kuasa Pemilik Modal Perumda Wae Mbeliling.

“Pengelolaan diatur melalui Peraturan Bupati, sebagai pedoman dalam mekanisme pendistribusian air bersih sampai ke sasaran,” tegasnya.

Komentar