Bupati Gusti: Saya Justru Berjuang Pemilikan Lahan Sebagai Aset Pemda Mabar

oleh -349 views
Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch. Dula
Share :

LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch Dula membantah tudingan menjual tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang telah diserahkan oleh ulayat atau fungsionaris adat Nggorang ketika Kabupaten Manggarai Barat belum menjadi daerah otonom.

Justru saat ini, Pemda Mabar tengah berjuang untuk memiliki lahan tersebut sebagai aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

“Secara pribadi dan sebagai Bupati Manggarai Barat, saya sama sekali tidak pernah memiliki niat untuk menjual tanah milik Pemda yang telah diserahkan oleh ulayat atau fungsionaris adat Nggorang kepada siapapun atau pihak manapun. Dan lagian tanah Pemda belum ada. Kalaupun ada yang jual-beli, Ya..itu urusan mereka,” tegas Bupati Gusti Dula, Jumat (16/10).

Saat ini tegas Gusti, Pemda Mabar tengah berjuang untuk memiliki lahan yang jelas-jelas milik Pemda yakni seluas lima hektar (5 ha) .

“Ternyata juga skarang baru tahu jelas ada bukti tanah yang hendak diperjuangkan oleh Pemda ini luasnya 5 Ha alamatnya di Karanga. Jangan juga menduga-duga saya mendapat sesuatu dari penjualan bidang-bidang tanah atau berniat meminta tanah di Bapa Haji. Tidak mungkin saya mau berenang dalam air keruh. Kami berusaha keras untuk memiliki lahan itu. Dan memang ini butuh proses panjang karena ada pihak yang mengklaim itu milik mereka,” tegasnya.

Seperti diketahui, tanah yang diklaim aset Pemda Mabar ini tengah menjadi lahan sengketa.

Beberapa pihak mengklaim, tanah yang diklaim sebagai aset Pemda Mabar ini milik mereka.

Hal ini menyebabkan, status tanah tersebut menjadi tidak jelas.

Bupati Gusti mengaku sangat berterima kasih kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dan Kejari Manggarai Barat yang tengah melakukan proses penyelidikan terhadap status tanah tersebut.

Dengan demikian diharapkan, proses ini akan mengungkap dan mengurai status tanah yang sebenarnya.

Hal ini sangat penting mengingat sejauh ini banyak orang yang juga mengklaim memiliki tanah di atas lahan yang telah diserahkan ulayat kepada pemerintah.

Komentar